top of page
Cari

Arti Kode Warna Underlayer Karpet: Mana yang Paling Tepat untuk Ruangan Anda?

15 jam yang lalu
2 menit membaca

Saat membeli underlayer (alas) karpet, Anda mungkin memperhatikan bahwa busa atau karet pelapis tersebut memiliki warna yang berbeda-beda, mulai dari abu-abu, hijau, hingga merah. Warna-warna ini bukanlah elemen dekoratif karena posisinya berada di bawah karpet dan tidak terlihat.


Dalam industri soft furnishing, warna tersebut adalah kode visual yang menunjukkan tingkat kepadatan (density) dan fitur teknis dari alas karpet tersebut. Memahami arti warna underlayer karpet akan membantu Anda memilih produk yang sesuai dengan beban lalu lalang (traffic) ruangan.


Berikut adalah 6 warna underlayer karpet yang ada di pasaran beserta fungsinya:


1. Warna Abu-Abu (Grey) – Klasik & Ekonomis

  • Tingkat Kepadatan: Rendah – Sedang (± 60–70 kg/m³)

  • Fungsi: Merupakan kelas standar yang paling terjangkau secara harga. Memberikan keempukan dasar yang cukup untuk menahan benturan langkah kaki ringan.

  • Peruntukan: Kamar tidur pribadi, ruang kerja minimalis, atau area hunian dengan lalu lalang rendah.


2. Warna Kuning / Cream – Kenyamanan Ekstra

  • Tingkat Kepadatan: Sedang (± 70–80 kg/m³)

  • Fungsi: Menawarkan sensasi yang lebih empuk dan kenyal di telapak kaki dibandingkan warna abu-abu.

  • Peruntukan: Kamar tidur utama, ruang keluarga, dan ruang santai rumah tinggal.

3. Warna Hijau (Green) – Kelas Premium

  • Tingkat Kepadatan: Tinggi (± 80–90 kg/m³)

  • Fungsi: Busa lebih padat, fleksibel, dan memiliki daya rebound (kembali ke bentuk semula) yang cepat sehingga tidak mudah kempis.

  • Peruntukan: Ruang tamu, kantor berskala menengah, dan area yang sering dilalui anggota keluarga.

4. Warna Biru (Blue) – Anti Lembap

  • Tingkat Kepadatan: Tinggi (± 80–90 kg/m³) + Lapisan Proteksi

  • Fungsi: Memiliki spesifikasi mirip warna hijau, tetapi umumnya dilengkapi lapisan moisture barrier (pelindung kelembapan) untuk mencegah lantai dingin/lembab merusak karpet atas.

  • Peruntukan: Lantai dasar (ground floor), ruangan ber-AC tinggi, atau area yang rentan lembap.

5. Warna Merah (Red) – Heavy Duty

  • Tingkat Kepadatan: Ekstra Tinggi (± 90–110 kg/m³)

  • Fungsi: Sangat padat, kokoh, dan tahan terhadap tekanan beban berat. Dibuat agar karpet tidak cepat menipis akibat gesekan terus-menerus.

  • Peruntukan: Area komersial seperti koridor hotel, aula, restoran, dan ruang rapat besar.

6. Warna Hitam (Black) – Komersial & Tahan Api

  • Tingkat Kepadatan: Sangat Tinggi / Material Rubber (≥ 110 kg/m³)

  • Fungsi: Biasanya terbuat dari bahan karet (sponge rubber) atau busa khusus yang memiliki fitur fire retardant (menghambat penyeberangan api) dan peredam suara tingkat tinggi.

  • Peruntukan: Bioskop, studio musik, ballroom hotel bintang lima, dan gedung pertunjukan publik.


Semakin cerah dan terang warnanya (seperti kuning atau hijau), biasanya diperuntukkan bagi kenyamanan hunian. Sementara warna tegas (seperti merah dan hitam) menandakan ketahanan ekstra untuk beban berat komersial. Memilih warna underlayer karpet yang tepat menjamin investasi karpet Anda bertahan hingga bertahun-tahun.

 
 
 

Komentar


bottom of page